menjadi dari mal, taman khusus, hingga trampoline pribadi di halaman rumah. Walau bermain trampolin memberikan kesenangan sendiri bagi anak-anak, di mana anak bebas melompat di atas bidang yang membal, menurut sebuah belajar yang tahunan di AS, kunjungan ke ruang parah darurat melonjak 12 kali lipat akibat cedera di taman trampolin sejak dari lima th. belakangan.

trampolin

Studi yang dikerjakan oleh para peneliti dari onnecticut Children’s Medical Center in Hartford dan diterbitkan di dalam jurnal Pediatrics menganalisis database cedera nasional. Cedera terbanyak ialah memar akibat benturan, patah kaki, keseleo leher, hingga gegar otak. Walau begitu, 90 persen dari cedera terhadap anak-anak dan orang dewasa tetap bisa ditangani. Sebagian besar cedera trampolin terjadi di tempat tinggal dengan standar keamanan bermain yang kurang. Dua-pertiga dari kasus cedera taman trampolin dialami oleh anak-anak berusia 6 hingga 17 tahun, tetapi kurang lebih 1 dari 5 kasus dialami oleh remaja di usia 18 tahun. Hanya 14 persen kasus cedera yang terjadi terhadap anak di bawah usia 6 tahun.

The American Academy of Pediatrics menganjurkan orangtua untuk mengawasi anak-anak mereka selagi bermain trampoline. Sebaiknya, menjauhkan anak bermain trampoline di tempat tinggal atau taman tanpa tersedia pengaman. The International Association of Trampoline Parks menyatakan tingkat cedera yang mungkin dialami di taman bermain trampolin resmi amat rendah, kurang dari satu per 10.000 pemain. Mereka mengatakan, keamanan “selalu menjadi prioritas” dan setiap tempat sebaiknya senantiasa memiliki pengawasan dan juga bantalan empuk pelindung, baik di dinding atau lantai.

  1. Memperbaiki sirkulasi, baik sirkulasi pembuluh darah maupun jaringan limfatik supaya dapat berdampak terhadap peningkatan proses imun tubuh, menurunkan inflamasi, dan detoksifikasi. Organ yang berperan adalah hati, ginjal, kulit, dan kandung empedu.

Dalam proses perjalanan, detoksifikasi ini perlu sirkulasi pembuluh darah maupun proses limfatik yang baik.

  1. Menurunkan berat badan. 10 menit olahraga trampolin setara bersama dengan 30 menit berlari
  2. Sebagai antiaging
  3. Menurunkan depresi dan meningkatkan faedah kognitif
  4. Bahkan waktu ini digunakan sebagai rehabilitasi cedera

“Jika dijalankan di dalam satu program latihan (trampolin) yang baik, maka faedah yang dihasilkan lebih besar lagi. Riset yang telah dipublikasikan di lebih dari satu jurnal kesehatan dan kedokteran lebih-lebih memperlihatkan trampolin benar-benar baik untuk penderita penyakit tertentu. Misalnya terhadap meningkatkan keseimbangan terhadap orangtua, stabilitas terhadap anak difabel, dan sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *